SELAMAT DATANG DIBLOG SAYA SEMOGA BERMANFAAT

Kamis, 04 November 2010

Pendekatan Pembeajaran

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Jika kita tinjau perkembangan dan pertumbuhan seseorang, maka makin jelaslah bahwa hidup seseorang didalam lingkungan yang berbudaya itu merupakan suatu perjuangan dari seseorang untuk hidup dengan hak azasi manusiawi dalam menyatakan dirinya, mahkluk yang berkehendak berdiri sendiri .makin aktif ia berikan konstribusi dalam lingkungan sosialnya, makin ia menjalin ikatan dan menerima norma dari lingkungan, makin meningkatatkan aspirasi-aspirasi dalam mempersoalkan kepentingan untuk mencapai cita-citanya dalam mewujudkan dirinya (self actualozation), mengacu kepada kemandirian.
Manusia hidup antara dua kutub existensi, sosial (lingkungan) dan kutub existensi individu, yang satu dengan yang lain saling terjalin dalam dirinya (idividualisasi dan sosialisasi). Pada satu pihak ia berhak mengemukakan dirinya atau kutub existensi individual ingin dihargai dan diakui, tetapi pada pihak lain ia harus menyesuaikan diri pada ketentuan-ketentuan yang berlaku didalam masyarakat, didalam lingkungan sosialnya (kutub existensi sosial). Bila antar kedua kutub ini ada keseimbangan, maka ia akan mencapai suatu kondisi mental sehat, tetapi bukan semata-mata keseimbangan inilah yang merupakan makna hidup. Pada umumnya manusia beraspirasi dan dalam mewujudkan aspirasi itu ada suatu jarak yang ditempuh oleh setiap orang, yaitu jarak potensi yang dimiliki dan apa yang ingin dicapainya, jarak antara mengenal diri sebagai mana ia adanya ,prestasinya (konsep diri) dan sebagaimana ia ingin menjadi.
Mendidik pada hakikanya merupakan bantuan untuk mencapai perkembangan dalam mewujudkan dirinya, tanpa mengabaikan kepentingan lingkunganya dalam perkembangan tersebut seperti tercentus di dalam perumusan GBHN yang bertolak dari UUD 45 dalam kehidupan pancasila maka manusia indonesia seutuhnya mencakup kemandirian dan kemampuan untuk ikut bertanggungjawab terhadap pembangunan bangsanya. Ini berati bahwa cara-cara pemberian informasi itu dan suasana interaksi itu berlangsung lebih penting daripada informasi itu sendiri.disinilah proses pendekatan dan pembelajaran supaya siswa mampu belajar secara aktif. Akhir kata ,semoga makalah yang sederhana ini bisa memberi penjelasan agar mudah di cerna oleh pembaca maupun untuk penulis sendiri.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian pendekatan pembelajara
Pendekatan Belajar dapat dilakukan di sembarang tempat, kondisi, dan waktu. Cepatnya informasi lewat radio, televisi, film, internet, surat kabar, majalah, dapat mempermudah belajar. Meskipun informasi dapat dengan mudah diperoleh, tidak dengan sendirinya seseorang terdorong untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan daripadanya. Guru profesional memperlukan pengetahuan dan keterampilan pendekatan pembelajaran agar mampu mengelola berbagai pesan sehingga siswa terbiasa belajar sepanjang hayat.
Pendekatan pembelajaran dapat berarti anutan pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar. Dalam belajar tentang pendekatan belajar tersebut, orang dapat melihat pengorganisasian siswa, posisi guru-siswa dalam pengolahan pesan, dan pemerolehan kemampuan dalam pembelajaran. Pendekatan pembelajaran dengan pengorganisasian siswa dapat dilakukan dengan pembelajaran secara individual, pembelajaran secara kelompok, dan pembelajaran secara klasikal. (Dimyati & Mudjiono, 2002)
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:
1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien..
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

B. Pendekatan ditinjau dari segi pengolahan pesan
Proses pengolahan pesan Ada 2 yaitu:
1. Pengolahan pesan secara deduktif

Guru kelas satu smp di kota A menggajar pokok bahasan ‘ Faktor-Faktor Produksi dan Cara Memperbesar Produksi’. Ia menjelasan bahwa factor produksi terdiri dai\ri factor produksi alam, tenaga, modal, dan organisasi. Ia menerangkan pengertian-pengertian yang berkenaan factor-faktor produksi tersebut. Sebagai ilustras, ia mengemukakan bahwa ‘ factor-faktor alam adalah prodaksi asli yang merupakan sumber pokok yang memenuhi kebutuhan, factor produksi alam tersebut terdiria dari tanah , kekayaan alam, dan tenaga alam.’ Kemudian ia memberi contoh tentang hal-hal yang tercakup dalam pengertian tertentu; sebagai ilustrasi, yang tergolong dalam kekayaan alam adalah hewan, tumbu-tumbuhan, barang tambang. Atas dasar pegertian tersebut guru mengajak siswa untuk mempelajari factor-faktor produksi di kabupaten A.
Penyampaian pesan oleh guru dari suatu pernyataan generalisasi kemudian siswa membuktikan kebenaran generalisasi tersebut. Adapun langkah-langkah pengolahan pesan secara deduktif yaitu:
a. Pendahuluan pembelajaran.
b. Penyajian generalisasi konsep.
c. Pengumpulan data yang mendukung generalisasi.
d. Analisis dan data dan verifikasi generalisasi.
e. Aplikasi generalisasi pada data yang terkumpul.
f. Evaluasi tentang proses pengolahan pesan.

contoh prilaku pemerolehan pegetahuan siswa tersebut tergolong pengolahan pesan secara deduktif. Secara umum priilaku pengolah pesan secara deduktif dapat dilukiskan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
tahap satu : Pendahuluan pembelajaran
tahap dua : Penyajian generalisasi dan konsep. Da;am hal ini guru mengemukakan rumusan generalisasi yang telah disiapkan, dan guru juaga menjelaskan konsep dengan contoh-contoh . siswa berperanan memahami generalisasi dan konsep tersebut.
Tahap tiga : Pengumpulan data yang mendukung generalisasi. Guru meminta siswa mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dan menguji kesahan data.
Tahap empat : Analisis data dan verifikasi generalisasi. Guru meminta siswa menganalisis data yang terkumpul, dan menguji kembali generalisasi. Bila perlu siswa dapat mengumpulkan data lagi agar verifikasi generalisasi lebih meyakinkan.
Tahap lima : Aplikasi generalisasi pada data yang terkumpul.
Tahap enam : Evaluasi tentang proses pengolahan pesan pemerolehan pengetahuan atau pengalaman tersebut. Pelaku evaluasi sebaiknya guru dan siswa secara bersama-sama.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa pengolahan pesan secara dedukti dimulai dengan :
1. guru mengemukakan generalisasi
2. penjelasan berkenaan dengan konsep-konsep
3. pencarian data yang dilakuakan oleh siswa-siswa

2. Pengolahan pesan secara induktif

Guru memberikan bimbingan dan memberikan contoh-contoh kemudian siswa berusaha menarik kesimpulan. Informasi tentang penerimaan dan penngeluaran orang tua siswa di kumpulkan oleh kelompok. Guru membimbing analisis tentang anggaran penerimaan dan pengeluaran rumah tangga kelompok orang tua dengan mengajukan pertanyaan bimbingan.
Contoh perilaku pemerolehan pengetahuan tersebut tergolong pengolaha pesan secara induktif. Secara umum prilaku pengolahan pesan secara induktif dapat di lukiskan sebagai berikut :
Tahap satu : pendahuluan pembelajaran
Tahap dua : engumpulan data. Guru siswa mengumpulkan data sehubungan dengan topik yang dipelajari. Sebaiknya guru telah menyiapkan lembaran kerja. Dalam pembuatan lembaran kerja sebaiknya siswa juga diajak serta. Pekerjaan pengumpulan data dapat dilakukan beberapa tahap sesuai dengan masalah dengan dipelajari
Tahap tiga : analisa data. Guru meminta siswa untuk mempelajari data, mengolong- golongkan, membandingkan, menguji kebenaran data, dan menyimpulkan sementara.
Tahap empat : perumusan dan pengujian hipotesis. Hipotesis disusun berdasarkan teori yang ada atau prinsip yang benar. Data yang ditemukan dapat digunakan untuk uji hipotesis. Hipotesis dapat diterima atau di tolak. Bila ternyata benar, hipotesis diterima. Sebalikya, bila ternyata salah, hipotesis di tolak.
Tahap lima : mengaplikasikan generalisasi. Pada tahap ini guru meminta siswa untuk menerapkan generalisasi pada data lain.
Tahap enam : evaluasi hasil dan proses belajar. Guru memberi nilai pada proses pemerolehan, pengolahan, analisis, penarikan generalisasi, rumus generalisasi, dan uji hipotesis.
Pengolahan pesan secara induktif bermula dari :
a. Fakta atau peristiwa khusus
b. Penyusunan konsep berdasarkan fakta-fakta
c. Penyusunan generalisasi berdasarkan konsep-konsep. Bila sudah ada teori yang benar, pada umumnya di rimuskan hipotesis
d. Terapan generalisasi pada data baru, atau uji hipotesis, kemudian penarikkan kesimpulan lanjut.

Adapun langkah-langkah pengolahan pesan secara induktif yaitu.:
a. Pendahuluan pembelajaran
b. Pengumpulan data.
c. Analisis data.
d. Perumusan dan pengujian hipotesis.
e. Mengaplikasikan generalisasi.
f. Evaluasi hasil belajar

C. Pendekatan di tinjau dari segi pengorganisasian siswa
Pengorganisasian siswa dalam belajar terdiri dari 3 metode yaitu:
1. Pembelajaran individual
2. Pembelajaran kelompok
3. Pembelajaran kelas
1. Pembelajaran secara individual adalah kegiatan mengajar guru yang menitikberatkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu. Cirri-ciri yang menonjol pada pembelajaran individu dapat di tinjau dari segi:
e. Tujuan pengajaran
- Pemberian kesempatanan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri.
- Pengembangan kemampuan tiap-tiap individu secara optimal.
f. Siswa
- Kedudukan siswa bersifat sentral yaitu sebagai pusat layanan pengajaran.
- Tanggung jawab siswa untuk belajar sendiri sangat besar. Siswa dituntut sadar untuk belajar demi kepentingan dirinya sendiri.
c. Guru
- Kedudukan guru bersifat membantu. Bantuannya berupa perencanaan kegiatan belajar, pengorganisasian kegiatan belajar, penciptaan pendekatan antara guru dengan siswa, dan fasilitas yang mempermudah siswa dalam belajar.
- Memonitor dan mengatur kegiatan belajar dari awal sampai akhir.
- Sebagai fasilitator(membimbing,menyediakan sumber belajar, memberi motivasi, memberi kesempatan untuk memperbaiki diri.
d. Program pembelajaran
- Sebagi usaha memperbaiki pembelajaran klasikal.
- Diberlakukan untuk siswa SMP ke atas.
- Tidak semua bidang studi cocok diterapkan pembelajaran individual
- Berlangsung efektif jika kemampuan siswa, tujuan pembelajaran, prosedurnya, criteria keberhasilan, dan keterlibatan guru dalam evaluasi semuanya dimengerti oleh siswa.

e. Orientasi dan tekanan utama pelaksanaan
- Agar siswa dapat belajar secara mandiri.

2. Pembelajaran kelompok (kelompok kecil)
Adalah kegiatan mengajar yang menitikberatkan pada keberhasilan kelompok dalam belajar. Ciri-ciri yang menonjol pada pembelajaran individu dapat di tinjau dari segi:
a. Tujuan
- Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional.
- Mengembangkan sikap social dan semangat gotong royong.
- Mendinamiskan kegiatan kelompok sehingga tiap anggota merasa sebagai bagian dari kelompok.
- Mengembangkan kemampuan kepemimpinan kepada setiap anggota kelompok.

b. Siswa
- Siswa dalam kelompok kecil adalah anggota kelompok yang belajar untuk memecahkan masalah kelompok.
c. Guru
- Guru berperan sebagai pembentuk kelompok, perencana tugas kelompok, pelaksanaan, dan evaluasi.
d. Program pembelajaran
- Peningkatan kemampuan individu sebagai anggota kelompok.
e. Orientasi dan tekanan utama pelaksanaan
- Peningkatan kemampuan kerja kelompok.

3. Pembelajaran secara klasikal
Adalah pengutamaan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar. Ciri-ciri yang menonjol pada pembelajaran individu dapat di tinjau dari segi:
a. Tujuan
- Efisiensi dalam pembelajaran.
b. Siswa
- Indiviu yang belajar didalam kelas yang telah dikondisikan sesuai keinginan guru.
- Belajar sesuai tata tertib yang ditetapkan guru.
c. Guru
- Kedudukan guru bersifat sentral, guru melakukan 2 kegiatan sekaligus yaitu melakukan pengelolaan kelas dan pengelolaan pembelajaran.
- Peran guru pada pembelajaran individu dan pembelajaran kelompok kecil juga berlaku pada pembelajaran klasikal.
d. Program pembelajaran
- Peningkatan kemampuan individu siswa sebagai bagian dari kelas.
e. Orientasi dan tekanan utama pelaksanaan
- Peningkatan kemampuan dan keterampilan seluruh kelas.



D. Pendekatan ditinjau dari segi format belajar

Pembelajaran
Perorganisasian pengolahan evaluasi
Siswa pesan belajar





Morivasi belajar dan eman sipasi sepanjang hayat



Dari bagan di atas dapat di ketahui
1. guru melakukan tugas pembelajaran
2. siswa memiliki motivasi belajar dan beremansipasi sepanjang hayat.
3. siswa bersangkutan memiliki kemampuan prabelajar, kemampuan tersebut berupa kemampuan-kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor
4. berkat tindak pembelajaran ataupun motivasi intrinsiknya, siswa melakukan kegiatan belajar. Dalam kegiatan belajar tesebut siswa mengembangkan atau meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotornya menjadi lebih baik
5. berkat evaluasi belajar dari guru, maka siswa di golongkan telah mencapai suatu hasil belajar, wujud hasil belajar tersebut adalah semakin bermutunya kemampuan kognitif. Afektif, dan psikomotor, hasil belajar tersebut dapat digolongkan sebagai,
6. dampak pengajaran, dan
7. dampak pengiring

Tabel : tujuan pengajaran dengan didikan ranah-ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.

Tujuan pengajaran Isi Proses
Ranah kognitif Mata pelajaran sekolah dan disiplin pengetahuan Pendekatan pemerolehan seperti pemecaha masalah, penemuan da sebagainya
Ranah afektif Pendidikan nilai dengan sengaja Kejelasan nilai berkenaan dengan perasaan dan sikap.
Ranah psikomotorik Pendidikan ketrampilan dengan sengja Kejelasan kecekatan psikomotorik dengan gerak .



E. Posisi guru-siswa dalam pengolahan pesan.
Dalam belajar mengajar guru menempati posisi sebagai penyampai pesan dan murid/siswa sebagai penerima pesan. Berdasarkan posisi guru-siswa dalam pengolahan pesan terdapat 2 system pembelajaran yaitu:
1. Pembelajaran dengan strategi ekspositori
a. Merupakan kegiatan mengajar yang berpusat pada guru. Guru aktif memberikan penjelasan secra rinci tentang bahan pengjaran.
b. Tujuan utama
- “memindahkan” pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada siswa.
c. Peran guru
- Penyusun program pembelajaran.
- Pemberi informasi yang benar.
- Pemberi fasilitas belajar yang baik.
- Pembimbing dalam perolehan informasi yang benar.
- Penilai pemerolehan informasi.
d. Siswa
- Pencari informasi yang benar.
- Pemakai media sumber yang benar,
- Menyelesaikan tugas sehubunga dengan penilaian guru.
e. Evaluasi
- Hasil belajar yang dievaluai adalah luas dan jumlah pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang dikuasai siswa. Alat evaluasi berupa tes.

2. Pembelajaran dengan strategi inkuiri
a. Merupakan pengajaran yang mengharuskan siswa mengolah pesan sehingga memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai.
b. Tekanan utama
- kemampuan berpikir individual lewat pnelitian.
- Peningkatan kemampuan mempraktekan metode dan teknik penelitian.
- Latihan keterampilan intelektual khusus yang sesuai dengan cabang ilmu tertentu.
- Latihan menemukan sesuatu.
c. Peran guru
- Menciptakan suasana bebas berpikir kepada siswa.
- Fasilitator dalam penelitian.
- Sebgai rekan diskusi

- Pembimbing penelitian.
d. Peran siswa
- Mengambil prakarsa dalam pencarian masalah dan pemecahan masalah.
- Aktif dalam belajar melakukan penelitin.
- Penjelajah tentang masalah dan metode pemecahan

- Penemu pemecahan masalah.
e. Evalusi
- Keterampilan pembelajaran.
- Keterampilan pengumpulan data/informasi.
- Keteramplan meneliti tentang objek.
- Keterampilan menarik kesimpulan.
- Keterampilan membuat laporan.



F. Kemampuan yang akan dicapai dalam pembelajaran
kemampuan yang akan dicapai dalam pembelajaran adalah tujuan pembelajaran.






BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Mendidik subjek didik untuk membangun dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dalam dunia dan masyarakat dan terus-menerus berubah mampu menuntut dia mampu berfikir sendiri.Hal ini perlu memahamidan memperlakukan tuntutan peningkatan teknologi sains dan teknologi pada suatu generasi yang sebagian tumbuh di pedesaan akan mempunyai dampak pada kehidupan lama yang sebelumnya belum dialaminya.Pertumbuhan dan pendidikan sikap yang sesuai diperlukan supaya tekaman-tekaman hidup sebagai konsekuensi dari perkembangan sains dan teknologi ti9dak menjerumuskan kita dalam suatu pertumbuhan masyarakat ekonomi yang serba materialis,konsutif dan individualisti yang meruan dampak peningkatan ekonomi .apa yang dihasilkan oleh sekolah merupakn persiapan dalam menghadapi tuntutan jaman dn masa depan yang diakaitakan.untuk itu ,tidak saja ia harus mengwujudkan potensinya secara alamiah dalam menghadapi masa depan tetapi ia harus mampu membangun dan menguasai masa depan itu.disini terlekak factor pengembangan sikap untu sepenuhynya bertanggung jawab terhadap tugasnya(matra afektif)yamg mewujudkan tekad kecendurungan (tendency) dan kejadian (event) dari masa depan itu.keterampilan fisik dan mental(matra psikomotorik)dan perolehan pengetahuan(kognitif)untuk berpikir mandiri diperoleh denga pendekatan belajar dan pembelajaran merupakan penyatuan yang mendalam (interpenetrsi)dari empat matra yang membuka suasana kondusif oleh kepekaan intuitif (matra interaktif) terhadap berbagi masalah, sekaligus menampilkan kreatifitasnya

B. kritik dan saran
Kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini, semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan penulis sendiri.

Daftar Pustaka

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
Dimyati, Mudjiono. 2009. Belajar Pembelajaran. Jakarta: Reneka Cipta

1 komentar: